
Mendapatkan coklat di hari valentine itu adalah hal biasa. Menerima banyak coklat di hari valentine (untuk yang punya banyak penggemar), hmm…itu juga tidak special. Banyak yang mengalaminya. Saya pernah punya pengalaman yang lebih dari itu. It was the most romantic valentine’s day ever.
Pada hari itu, saat mengajar kelas 9 SMP mengenai Negara maju dan berkembang. Ketika saya tengah konsentrasi mengajar, sibuk menulis-nulis materi di white board dan kemudian membalikan badan kearah siswa-siswa, tiba-tiba di depan mata sudah penuh coklat dengan berbagai tipe, bentuk dan ukuran. Kemudian hampir serentak mereka berkata “Happy Valentine, ibuuuu”
Mau tahu bagaimana rasanya? Senang sekaligus terharu. Hampir tidak bisa berkata-kata. Serasa tidak ada yang pernah punya hari valentine seistimewa yang saya rasakan. Terus tambah terharu begitu ada susulan coklat berikutnya. “ibu..ini ada yang coklatnya ketinggalan” waah..senangnya (dasaaaar..^^)
“Hayooo pada ngerayain valentine ya?”
Sebelum saya memulai kata-kata panjang berikutnya.
“enggak kok bu…kita cuma iseng kok. Nggak untuk pacar-pacaran kok bu.” Jawab salah satu diantara mereka.
Hmm… syukurlah nak. Valentine itukan Cuma akal-akalan tukang coklat biar daganngannya laku…hehe
“sayang pada sesama itukan harusnya setiap hari. Jadi kalau mau ngasih ibu coklat tiap hari juga nggak papa kok. Beneran deh.. (hiyaaaah…)
Hari ini kembali mengingat momen itu. Walau disini, ada banyak coklat dengan harga lumayan murah dan bisa beli sendiri. Coklat yang dulu ternyata tetap lebih sweet. How I miss them alot…
Goettingen, 14 Februari 2012 After oral exam
source of picture :myfunteacher.com
| |
|