Ratna's Site


Blog Entrypengen postingNov 8, '09 7:50 AM
for everyone
tapi kok nggak bisa2 ya

Notehmm...kok nggak bisa posting yaNov 8, '09 7:46 AM
for everyone

Blog EntryAlhamdulillah……..akhirnyaAug 9, '09 8:44 AM
for everyone

Hmm…senangnya, akhirnya bisa sidang juga. Setelah berbulan-bulan menggeluti cabai keriting yang bikin otak keriting,  tanggal 24 Juli 2009  pukul 11.00 kemarin adalah hari yang sangat bersejarah dalam perjalanan hidupku. Pada hari  tersebut saya mempertanggungjawabkan semua hasil penelitian dan segala pelajaran yang sudah diperoleh selama empat tahun terakhir di Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Alhamdulillah, sidang yang berlangsung selama lebih kurang dua setengah jam tersebut dapat berjalan dengan lancar. Ternyata benar apa yang dikatakan teman-teman sebelumnya bahwa waktu  berjalan begitu cepat di ruang sidang.  Seluruh pertanyaan dosen berusaha saya jawab dengan semampunya, walaupun pada akhirnya tetap ada yang benar-benar blank sama sekali hingga kemudian dengan sedikit cengengesan menjawab “ tidak tahu, bu” hehehe…. yang disambut tertawa dengan ibu-ibu dosen penguji. Hmm..jadi malu juga.

            Ternyata sidang memang tidak menyeramkan seperti bayangan sebelumnya. Padahalnya sebelumnya sudah membayangkan hal yang buruk-buruk. takut ini..takut itu.. gmana kalau gini trus gimana kalau gitu…. pokoknya sebelum sidang ribet banget. minta doa kemana-mana…pfuih, pokoknya kayak mau menghadapi apa gitu. sampai teman-teman pada bilang “udah sih Ratna, tenang aja sih…. jangan pesimis dulu.” Tapi saya benar-benar merasa bahwa hari-hari menjelang sidang benar-benar menegangkan. But anyway…how lucky I am. Saya punya mama papa, dan saudara-saudara yang hebat, yang selalu memberikan support dan dukungan dari berbagai arah, depan, belakang, kiri, kanan, atas dan bawah. Kemudian juga teman-teman yang selalu stand by untuk dimintain tolong kapanpun.

            Saya sangat berterima kasih pada teman-teman yang sangat membantu hingga sidang ini dapat berjalan sesuai dengan harapan dan pada waktunya. Terima kasih yang sedalam-dalamnya saya sampaikan pada:

1.      Novy,  teman sebimbingan dan seperjuangan. Jadi ingat masa-masa pencarian data bareng-bareng. naik kereta api ekonomi dari Bogor menuju Pasar Induk Kramat jati. Betapa sulitnya untuk melakukan kegiatan wawancara di pasar dimana banyak orang usil dan cukup bikin jengkel . hmm...memang mesti sabar ya, karena laboratorium kita adalah kehidupan dengan manusia sebagai objeknya. tentunya  berbeda dengan anak-anak eksakta. Toh..akhirnya kita bisa melewati semuanya. Semoga cita-citamu bekerja di bank (syariah) bisa tercapai ya nov… J

2.      Ojak, yang amat sangat baik hati dan bersedia  ketika ditodong buat konsultasi sebelum proses persidangan. Teman se gladikaryaku yang satu ini dengan rela datang hujan-hujanan ke kosan walaupun capek habis ngurusin bisnisnya yang baru, Cuma buat melayani pertanyaanku terkait dengan skripsi. Terima kasih untuk sharingnya selama ini ya teman. Maafkan aku kalau suka becanda kelewatan.

3.      Dian (dl), gadis yang satu ini adalah orang yang paling sibuk menyiapkan persidanganku. ngurusin ini dan itu….dan kayaknya  yang paling kewalahan  melayani kekhawatiran dan ketakutanku sebelum sidang dan teman yang dengan setia menunggu proses persidangan yang selama dua setengah jam. hmm…Thanks a lot, my sis

4.      Ponakan-ponakanku (cici,septi,yusda) dan teman-teman lainnya yang dengan setia  mengawal dari awal  persidangan hingga berakhirnya proses tersebut. Betapa bahagianya, ketika aku keluar dari ruang sidang, kalian ada di luar menyambutku…. thanks to Aria (di tengah kesibukannya ngurusin 46), choir (yang bela-belain turun dari lab), eci, ela, mba anis, ocha, linda, tika dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu. by the way… selama dua setengah jam nungguin aku di luar ruang sidang, kalian ngapain aja ya? hmm…. ngegosipin aku ya… hehehe geer banget.


Blog EntrySebuah Pelajaran dari AmerikaMay 19, '09 4:43 PM
for everyone
    Baru habis jalan-jalan dengan Indri. Berhubung kita besok cleaveland dan bakal tidak mengambil jatah makan siang dan sore maka kita mengambil grabb and go di nelson. Lumayan buat sarapan besok.  Sehabis dari grab and go, kita jalan-jalan ke Up town untuk mencari barang-barang. Siapa tahu ada barang-barang murah tapi bagus yang bisa dibawa pulang ke Indonesia sebagai souvenir. Tapi ternyata pada hari jumat, took-toko di Up town tutup lebih awal dari biasanya.  Yah…dengan terpaksa kita harus balik lagi ke dorm… setidaknya bisa melihat Athens di waktu malam
    Malam ini adalah malam sabtu, menjelang weekend. Jalan-jalan cukup ramai oleh mahasiswa yang ingin menghabiskan waktu weekendnya dengan party. Muda-mudi turun ke jalan-jalan dengan pakaian yang bagi orang Indonesia pasti dianggap aneh. Mungkin hal itu pula yang mereka pikirkan tentang saya dan beberapa teman yang lain disini. Nggak panas, nggak hujan…. Tidak peduli dingin atau panas, kita tetap berpakaian tertutup dari atas sampai bawah. Selama ini memang tidak pernah ada yang peduli. Artinya tidak pernah ada yang mempertanyakan pada saya. Tapi ternyata Indri pernah mendapatkan tatapan aneh dari seorang bule rupanya.  Ya..iyalah secara… ketika matahari akhirnya menampakkan dirinya di langit ohio dimana mahasiswinya langsung berpakaian teramat minim, eh ini malah tertutup rapat dari atas sampai bawah. Hmm…kalau dipikir-pikir, untung juga kita dating kesini diwaktu musim semi. Coba kalau musim panas…tidak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi. Kasihan juga ya teman yang laki2. Pasti mereka menderita sekali…hehehe
    Sepanjang perjalanan malam kita di Uptown, saya dan Indri berbicara banyak sekali mengenai berbagai hal. Dimulai dari topik pernikahan, (Ehm…ini adalah topik favorit mahasiswa tingkat akhir tampaknya) sampai pada visi dan misi membangun Indonesia ke depan. Sebenarnya ada banyak budaya barat yang positif yang dapat kita ambil dan tiru. Walaupun memang mereka punya budaya lain yang tetap tidak sesuai dengan norma agama dan budaya bangsa Indonesia.
    Dalam seminggu, waktu yang efektif bagi orang barat untuk bekerja atau belajar adalah lima hari.  Setelah sibuk dengan rutinitas kerja atau belajar maka untuk mengisi weekendnya mereka akan party. Hal ini dimulai dari malam jumat sampai malam minggu. Mereka akan party sepanjang malam dan tidur di siang harinya.  Apa yang mereka lakukan ketika party? Ya… apalagi kalau bukan minum-minuman keras dan entah apa lagi.  Perbuatan yang sia-sia? Itu tidak perlu dipertanyakan. Pasti, itu adalah perbuatan yang sangat sia-sia. Bayangkan mereka menghabiskan dua hari dengan aktivitas yang tidak bermanfaat, hanya untuk senang-senang. Bandingkan dengan Negara kita. Rasanya ada banyak orang baik. Tapi…kenapa kita tidak bisa, minimal sama majunya dengan mereka. Apa sebenarnya yang salah? Ini adalah hal yang harus terus saya amati di detik-detik terakhir keberadaan saya di Negara ini.


    Indonesia adalah negara berkembang dimana pembangunan perekonomian  yang intensif sangat penting dilakukan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan perekonomian Indonesia diarahkan pada  berbagai sektor yang berkontribusi penting pada peningkatan produk domestik bruto (PDB), seperti : (1) industri pengolahan, (2) perdagangan, hotel dan restoran, (3) pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, (4) pertambangan dan penggalian, (5) jasa kemasyarakatan/public services (6) keuangan, real estat, dan jasa perusahaan, (7) pengangkutan dan komunikasi, (8) bangunan, (9) industri kreatif, (10) listrik, gas dan air bersih.
    Diantara sepuluh sektor tersebut industri kreatif merupakan sektor yang berpotensi untuk terus dikembangkan dalam rangka peningkatan perekonomian nasional. Kendati kontribusi industri kreatif terhadap PDB hanya menempati urutan ke delapan dari sepuluh sektor lainnya namun dengan tren pertumbuhan yang cenderung meningkat diharapkan industri kreatif dapat menjadi salah satu pilar ekonomi rakyat di masa depan.
    Pembangunan perekonomian  seharusnya  dapat dioptimalkan pada sektor ekonomi yang tidak hanya  berkontribusi besar terhadap PDB namun juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Hal ini terkait dengan jumlah pengangguran Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun.. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pengembangan industri kreatif pada usaha  kecil dan menengah sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Dengan demikian diharapkan pembangunan perekonomian tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi namun juga diiringi oleh pemerataan kesejahteraan masyarakat
    Makalah ini membahas mengenai sejauh mana perkembangan industri kreatif di Indonesia serta menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) industri kreatif berbasis UMKM. Dari hasil analisis SWOT tersebut maka dirumuskan strategi pengembangan industri kreatif berbasis UMKM di Indonesia.
    Karya tulis ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi perkembangan dan kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian nasional, (2) menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) industri kreatif berbasis UMKM  di Indonesia, serta (3) merumuskan strategi pengembangan industri kreatif berbasis UMKM  di Indonesia.
Menurut Rajasa (2008) ekonomi kreatif adalah kumpulan aktivitas ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economic activities) yang secara intensif menggunakan kreatifitas dan inovasi sebagai primary input-nya untuk menghasilkan berbagai produk dan jasa yang bernilai tambah. Ekonomi kreatif memiliki berbagai sektor yang disebut dengan industri kreatif. Industri kreatif adalah industri-industri yang berbasis kreativitas, keterampilan dan talenta yang memiliki potensi peningkatan kesejahteraan serta penciptaan tenaga kerja dengan cara menciptakan dan mengeksploitasi HKI.
    Data-data yang digunakan dalam karya tulis ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber antara lain Departemen Perdagangan, Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Selain itu juga didukung literatur dari media elektronik. Analisis yang digunakan dalam karya tulis ini merupakan analisis deskriptif dari pengamatan terhadap suatu permasalahan. Analisis makalah ini juga menggunakan metode eksploratif. Metode tersebut sangat fleksibel dan tidak terstruktur sehingga memudahkan pencarian ide serta petunjuk mengenai situasi permasalahan.
    Sektor industri kreatif Indonesia terus mengalami perkembangan bahkan mampu bersaing dengan sektor lain yang lebih mapan. Perkembangan industri kreatif dapat terlihat dari kontribusinya terhadap PDB, pertumbuhan jumlah perusahaan dalam industri kreatif, penyerapan tenaga kerja serta volume ekspor yang terus meningkat. Peluang  pertumbuhan industri kreatif masa depan yang lebih pesat masih terbuka lebar mengingat belum adanya peran pemerintah yang berarti dalam mendukung perkembangan sektor tersebut selama ini.
Pengoptimalan peran industri kreatif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan melalui usaha kecil dan menengah sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Penerapan konsep kreatif dapat difokuskan pada UMKM sebagai skala usaha yang paling banyak ditekuni masyarakat Indonesia. Selain meningkatkan lapangan usaha bagi masyarakat, hal ini juga  sebagai sarana melestarikan produk-produk budaya Indonesia. Agar pengembangan industri kreatif berbasis UMKM dapat mencapai hasil yang optimal maka diperlukan analisis terhadap faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) sehingga dapat dirumuskann strategi yang efektif dalam pengembangan industri kreatif berbasis UMKM.
    Kekuatan industri kreatif berbasis UMKM terletak pada aspek fleksibilitas akibat kecilnya skala usaha, besarnya kontribusi terhadap PDB dan penyerap tenaga kerja yang cukup besar serta kreatifitas sebagai input utama. Sedangkan kelemahan industri kreatif mengarah pada rendahnya kualitas sumberdaya manusia serta keterbatasan kepemilikan dan penguasaan teknologi. Tingginy kekayaan budaya dan alam nasional,   terbukanya peluang pasar lokal dan ekspor,  pencanangan Visit Indonesia Year serta pencanangan tahun 2005 lalu sebagai microfnance year merupakan peluang yang memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Namun demikian terdapat ancaman yang harus diwaspadai oleh industri kreatif berbasis UMKM yaitu persaingan dengan industri kreatif negara lain dan adanya produk tiruan.
Strategi yang dapat diterapkan setelah menganalis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman adalah berupa pembentukan lembaga khusus sebagai wadah pengembangan kreatifitas masyarakat serta perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual, pengkondisian sinergisitas berbagai disiplin ilmu, peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai poin penting dalam pembinaan sumber daya manusia
    Melalui berbagai rumusan strategi tersebut diharapkan industri kreatif yang dikembangkan melalui UMKM tidak hanya mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional namun juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Hal ini dikarenakan pembangunan perekonomian tidak hanya berorientasi pada peningkatan PDB namun juga meminimalisir kesenjangan dalam masyarakat.
   
Ratna Mega sari dan Rosana Podesta
Dipresentasikan dalam Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa, UNTAN Pontianak (2008)
dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional UNISSULA (2008)
Semoga Bermanfaat
 

Blog EntrySenjaMay 3, '09 5:42 PM
for everyone
Berkali-kali kupecahkan cadas luka
Di senja hati yang merana
Berkali-kali kutepiskan
Kemarau lara
Terbangkan cinta

Mengapa tetap ada ?

Berkali-kali kurangkai bunga
Di taman jiwa
Berkali-kali ku tetes embun
Di celah sukma

Mengapa masih ada

Rumput liar muncul dalam diam
Panas amarah membakar kelam
Menembus sangat dalam
Sukma yang tengah karam

Senja hatiku bukanlah senja hari
Yang tetap menyimpan mimpi pagi


Ratna Mega Sari
1 Februari 2006




Blog EntryMy Class in Ohio UniversityApr 30, '09 8:02 PM
for everyone
Waktu pertama kali masuk kelas, rasanya campur aduk. Why? Karena selain datang terlambat, saya kurang bisa menangkap dengan baik maksud dosennya.  Sehingga jadilah saya kebanyakan bengong...hehehe. Duh..ini maksudnya apa? nggak mudeng euy. Itu di hari pertama. Namun di hari-hari berikutnya Alhamdulillah lancar.

Teman-teman sekelas saya ada tiga belas orang. Dua orang Turki, satu Arab Saudi dan yang lainnya chinese. Di kelas, saya adalah satu-satunya orang Indonesia dan berjilbab. hmm...sebuah tantangan yang sangat menarik.

Awalnya sangat sulit berkomunikasi dengan mereka (teman-teman sekelas) dengan bahasa Inggris tapi logat cina,turki dan Arab. Apalagi mahasiswa china, kamu harus benar-benar konsentrasi full untuk menangkap apa yang mereka maksud. Hal ini karena kebanyakan anak Cina pronunciationnya kurang begitu bagus dan mereka mengakui sendiri hal tersebut.

Yang paling saya kagumi adalah karakter guru-gurunya. Mereka luar biiasa sekali. Benar-benar luar biasa. Semua dosen selalu masuk kelas dengan tepat waktu. Tidak pernah ada kata telat ketika masuk kelas. Begitupun keluar kelas. Mereka benar-benar menghargai waktu. Hal lainnya yang membuat saya kagum adalah motivasi mereka yang sangat tinggi untuk membuat mahasiswanya benar-benar mengerti tentang suatu materi. Mereka dengan senang hati menjelaskan suatu materi secara berulang-ulang sampai kita mengerti.

Ketiga, mereka benar-benar dekat dengan mahasiswanya. Percaya atau tidak, seluruh mahasiswa hanya memanggil dosen dengan nama depannya saja. Ya..Allah, pertama kali ini sangat berat bagi saya. Coba bayangkan saya memanggil guru yang bahkan ada yang sudah punya cucu dengan first name nya saja.

Akhirnya setelah sedikit curhat..hohoho, ada satu dosen yang memperkenankan saya memanggilnya dengan sebutan Miss Heidy (masih..muda euy). Tapi yang lainnya tetap dengan sebutan namanya saja..... owh

Saya termasuk siswa yang masuk kelas belakangan. Artinya teman-teman yang lain sudah masuk ke kelas bahasa dari empat bulan sebelumnya. So, ketika akan masuk kelas pertama kali, Dosen Academic English nyamperin dan mengenalkan dirinya. "kamu Ratna ya? dari Indonesia? Saya Dosen AE kamu. Nice to meet you. Waw...dosen nyamperin dan mengenalkan dirinya. Itu suatu hal yang luar biasa menurut saya.

Dosen yang paling saya kagumi adalah Sandy/Mrs Nesbitt (yang nyamperin saya waktu pertama kali masuk kelas). Semangat mengajar beliau...hmm Subhanallah. Seringkali beliau juga membawakan kita makanan dan minuman yang kita santap bersama disaat break. Benar-benar pengalaman yang luar biasa bisa berkenalan dan berinteraksi dengan orang yang luar biasa seperti mereka



Blog EntrySubuh yang indah......Apr 7, '09 11:00 PM
for everyone
Monday 6th 2009
6.53 pm

Subuh yang indah....
akhirnya setelah 2 hari disini, saya baru merasakan shalat yang lebih khusuk dibandingkan dua hari sebelumnya. Shalat dengan tenang tanpa harus dijamak dan of course tanpa tatapan aneh orang-orang bule. Selain itu juga tanpa buru-buru.

Alexandra juga lagi nggak ada di kamar. sepertinya dia lagi ada party dengan teman-temannya. Karena Alexandra lagi nggak ada di kamarnya so saya bisa tilawah dengan mengeluarkan suara.

Btw... tentang Alexandra, saya punya jadwal yang terbalik dengan dia. Waktu saya keluar, dia tidur. Eee...waktu dia tidur, saya keluar. Sepertinya dia adalah gadis yang sering party. Tadi Mas Faishol sempat bilang kalau disini terkenal dengan istilah study hard, party hard. Tapi kalau dilihat-lihat emang benar sih. Mahasiswa bule punya prinsip "totalitas" huah..ha..ha. Kalau waktunya belajar, ya mereka belajar. Tapi kalau waktunya party, mereka akan party dengan sungguh-sungguh. Patut ditiru sepertinya. eits...tapi bukan niru partynya lho ya. Tapi tirulah prinsip totalitas dan konsentrasinya. Kalau sedang melakukan sesuatu ya harus total dan sungguh-sungguh. Jangan pikirkan yang lain. supaya hasilnya bisa optimal.

Ya..Rabb,mudah-mudahan hari ini bisa dilalui dengan lancar. Bisa belajar lebih banyak lagi...bisa kenal bule lebih banyak lagi. Bisa kenal dengan profesor. so lumayankan, siapa tahu bisa kasih rekomendasi buat S2

Bismillahi tawakaltu 'alallah


Blog EntryMy room...bryan hallApr 7, '09 9:57 PM
for everyone
4 April 2009 04.24 pm

Akhirnya sekarang sampai juga di dorm. tadinya sempat takut dapat roommate yang jutek or gmana gitu. Ternyata Alhamdulillah dapat yang baik. She is so nice


Blog Entryshalat di AirportApr 7, '09 9:40 PM
for everyone
Washington Airport.....08.03 pm, 4 April 2009

Sambil nunggu waktu keberangkatan ke ohio, nemenin Winda shalat di pojok ruang tunggu dengan tatapan aneh orang-orang. hohoho. Inilah tantangan yang akan kita hadapi sampai dua bulan ke depan. Shalat dimana saja, asal bersih dan of course dengan kiblat yang meraba-raba, soalnya nggak jelas.

Di Amerika, kok agak beda dengan Jepang ya. Di Jepang kalau kita shalat di pojok ruangan, orang-orang cuek aja tuh...hehehe. Sambil nungguin teman-teman pada shalat, makan kentang goreng. kok enakan kentang goreng Indonesia dibandingkan Amerika ya....hmm... mulai membandingkan Indonesia dengan Amerika


Blog EntryUnited Air lines...go to washington DCApr 7, '09 9:40 PM
for everyone
Nggak tahu jam berapa....4 April 2009

Sekarang udah berada di United Airlines menuju washington DC. Perjalanan yang akan sangat melelahkan karena harus ditempuh selama tidak kurang dari 11-12 jam. Perjalanan sudah ditempuh selama 8 jam. Dari tadi kerjaannya kalau nggak tidur, makan, ngobrol dan nulis tugas essay dari Bu Irid. But actually lebih banyak makan dan tidurnya sih

Bangun-bangun makan....eee trus tidur lagi

Ada suatu hal yang menarik. Perjalanan antara tokyo dan Washington DC ternyata tidak hanya masalah melintasi wilayah dan benua. Namun juga waktu. dari Tokyo kita berangkat pukul 16.00 alias sore hari tanggal 4 April. Namun sekarang di Amerika masih subuh di tanggal yang sama. Hmm...lucu...lucu





Blog EntryyuhuuuuApr 7, '09 9:22 PM
for everyone
04 April 2009, 02.10 (Japan Time)

Akhirnya sebentar lagi pesawat akan landing. waw...saya akan segera menginjakkan kaki di jepang. Salah satu negara Asia yang menjadi mimpi banyak mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan kuliah, student exchange or something like that

Mulai saat ini menemukan makanan halal sudah sulit. kayaknya capek juga, setiap diberi makanan selalu bertanya is it chicken or ham? yang capek sih bukan kitanya tapi pramugari yang menjawab. " nih anak cerewet banget sih...hehehe but always keep struggle. Smangat










































Blog EntryGo To JapanApr 7, '09 8:49 PM
for everyone
04 April 2009   07.40 (Japan Time)

Waw..rasanya masih seperti mimpi. I'm going to japan now. Sekarang anak-anak kayaknya udah pada tidur semua. Mungkin kecapekan habis melakukan serangkaian prosedur pemberangkatan

hmm...tidur juga ah...zzzz


Photo AlbumOhio universityApr 7, '09 8:38 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntrySvarnabhumi BangkokApr 7, '09 8:14 PM
for everyone
01.10

Bandara bangkok ternyata hampir sama dengan soekarno-hatta. Yah...mungkin agak sedikit lebih teratur. Perasaan sayapun kok serasa masih di Indonesia ya, hmm...apa karena orang Thailand mirip Indonesia. Ya..mungkin juga. Tapi ya..lebih sipit dan putih sih.

Di svarnabhumi ternyata ada satu mushala. Waw...that's great padahal mayoritas penduduknya beragama budha. Oh..ya tadi sebeluum keberangkatan ke Thailand, kita sempat bertemu dengan mba shahnaz Haque. Ternyata aslinya lebih cantik lho...ho...ho...ho


Blog EntryKetika Lelah MenderaMar 23, '09 2:47 AM
for everyone

Lelah. Lelah disini bukanlah dalam arti fisik dimana kemampuan dan kekuatan   kita berkurang untuk melakukan suatu aktivitas. Lelah yang dimaksudkan disini adalah perasaan bosan dan jemu dengan apa yang selama ini kita kerjakan. Tidak dapat dipungkiri hal ini kerap mendera banyak orang tanpa terkecuali. Tanpa kita sadari perasaan ini muncul dan menggerogoti gairah untuk melakukan berbagai hal. Bagaimana sebenarnya cara yang pas untuk mengatasinya?

Mungkin kita perlu sedikit menerapkan perhitungan matematis untuk mengetahui dampaknya. Coba pikirkan berapa waktu yang dihabiskan untuk berleha-leha ketika perasaan bosan, malas, jenuh dan teman-temannya melanda. Kemudian bayangkan aktivitas apa yang dapat kita selesaikan dalam waktu tersebut. Sebagai contoh, ketika kita hanya menghabiskan waktu 10 menit untuk tidur-tiduran (harap dibedakan antara tidur dengan tujuan beristirahat dengan tidur-tiduran karena malas) atau sibuk menggonta-ganti channel TV yang tidak bermanfaat. Dalam waktu 10 menit tersebut banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan. Tahukah kita, 10 menit adalah waktu yang sangat menentukan ketika presentasi karya tulis ilmiah untuk meyakinkan juri. Dalam waktu 10 menit kita bisa menghabiskan berlembar-lembar halaman buku, kemudian konversi dengan ilmu yang akan kita peroleh. Dalam waktu 10 menit berapa halaman Al-Qur’an yang dapat kita baca. Berapa banyak zikir yang terlantun. Jangankan 10 menit, seorang pelari bahkan tidak ingin kehilangan waktu sedetikpun.

Terkadang kita memang perlu istirahat, namun istirahatlah di jalan yang benar. Istirahatlah dengan hal-hal yang berguna. Mungkin kita bisa membaca buku dengan materi yang ringan atau karya fiksi yang mampu membawa pencerahan jiwa. Jalan-jalanpun dapat dijadikan alternatif. Jalan-jalan tidak hanya sekedar menyegarkan kembali pikiran namun dapat digunakan sebagai sarana untuk mengenal kekuasaan Allah lebih dalam sehingga kita mampu menjadi hamba yang semakin bersyukur.

Istirahatlah, karena melalui  istirahat maka kita akan mampu bertekad lebih kuat , berlari lebih kencang dan berjuang lebih keras lagi. Tapi ingat janganlah istirahat terlalu lama karena sesungguhnya hal yang harus kita lakukan sebagai khalifah di muka bumi lebih banyak dari waktu yang ada.

Tersebutlah seorang kyai yang sangat aktif berdakwah tanpa kenal lelah. Sampai-sampai banyak orang yang heran dan menyarankan agar beliau lebih menyediakan waktunya untuk istirahat. Namun jawabannya sungguh membuat kita tersentuh dan bersemangat. “ Nanti akan tiba waktunya  untuk beristirahat, yaitu ketika Sang Khalik menjemput dan kita dapat beristirahat selama-lamanya.” Wallahu’alam bi shawab

 

 

21 Maret 2009 pukul 16.42

Ketika kejenuhan menjemput semburat jingga, semoga takkan lama

 


Blog EntrySeandainya Hati Bisa MemilihMar 13, '09 10:28 PM
for everyone
Seandainya hati  bisa memilih ?!! Waaa . . . ini mau berbagi cerita tentang dunia kos-kosan atau dunia percintaan sih ? Eitss. . . jangan salah, memangnya masalah pilih-memlih hanya dalam kisah cinta doang ? Enggakkan ? Karena sesungguhnya di dalam hidup ini, kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus dipilih (duh . . . ribet ya!). Mulai dari milih sabun mandi sampai pasta gigi, mulai dari jawaban soal ujian (kalau pilihan ganda) sampai tempat kosan. He. . he . . .he. Truz kalau nggak bisa milih gimana dunkz?

Kisah Itupun Bermula

Kisah ini diawali dengan peristiwa mengharukan sekaligus memilukan. Suatu pagi yang cerah di bulan Juni 2005, saya harus segera hengkang meninggalkan rumah dan SMA yang penuh dengan kenangan menuju kota lain yang cukup asing. Duh . . . sedih rasanya waktu melihat mushola, kantin, ruang kelas, ruang guru dan papan tulis. Di setiap sudut SMAN 2 Dumai ini menyimpan begitu banyak kenangan.

Pagar sekolah seakan berurai air mata dan melambai-lambai karena tidak  akan ada lagi makhluk manis (geer banget seh!!!) yang bertengger karena sering telat ketika upacara senin pagi. Pak satpam menatap sendu (kayaknya yang ini berlebihan deh!) karena tidak akan ada lagi yang berteriak “Bapaaaaaak . . . tunggu!!!” ketika beliau menutup pagar waktu bel masuk berbunyi. Pagi itu . . . semua hening melepas kepergian saya menuju dunia baru.

Kalau dipikir-pikir saya ini termasuk gadis nomaden yang selalu berpindah-pindah. Selama tiga tahun meninggalkan rumah, ada empat tempat hunian yang merasakan kehadiran saya. Hal itu sebenarnya bukan karena saya orang yang tidak kerasan, bosenan, tidak betahan dan sebagainya. Keadaanlah yang memaksa saya untuk begini. Beneran deh. . . nggak boong.

Saya pindah dari rumah kosan yang pertama karena memang pindah kuliah. Padahal saya sudah merasa nyaman, tentram, aman dan damai di sana. Yah. . . mau bagaimana lagi, nggak mungkin juga saya bolak-balik. Kalau kosnya di Depok dan kuliahnya di Bogor mungkin tidak masalah. Tapi ini Pekan Baru-Bogor Men !!!

Tempat tinggal saya yang kedua adalah asrama putri TPB IPB tersayang. Semua mahasiswa tingkat satu IPB wajib tinggal di Asrama. Tujuannya agar bisa membaur dan bersosialisasi dengan latar belakang dan karakter yang berbeda-beda. Sejujurnya saya betah tinggal di asrama karena kebersamaannya yang sangat kental. Namun lagi-lagi saya harus pindah ke tempat lain. Pernah suatu waktu saya iseng bertanya pada mba SR (senior residence/kakak pendamping asrama). “Mba, boleh nggak sih tetap inggal di asrama? soalnya saya udah betah banget nih mba”. Dengan santainya mba SR  menjawab “Boleh aja sih, tapi kamu harus ikut SPMB lagi. Kan ngulang tingkat satu lagi tu . . ., jadinya boleh deh tinggal di asrama lagi (waaaaa…. Ya ndak maulah!!!)

Setelah keluar dari my belove dormitory, saya mengungsi ke sebuah rumah  kosan yang cukup jauh dari hiruk pikuk peradaban kampus. Tapi hal itu tidak menjadi masalah karena secara keseluruhan saya cocok dengan kondisi kosan.

Sejauh ini kosan tersebut adalah rumah kosan yang paling lama saya tempati sekaligus memberikan begitu banyak kesan dan hikmah. Disana banyak cerita lewat karakter penghuninya yang terkadang sangat bertolak belakang. Ada yang rame banget, adapula sang pecinta ketenangan. Ada Si Bersih sebaliknya adapula yang joroknya minta ampun. Semua itu memberikan warna dalam mengasah kemampuan emosional saya.

 

Ibu Kos vs Anak Kos

 

Seperti yang teman-teman ketahui, setiap rumah kos pasti memiliki ibu or bapak kos. Ada ibu/bapak kos yang rumahnya dekat bahkan menyatu dengan rumah kosan namun adapula yang terpisah jauh. Nah . . .Saya itu termasuk anak kosan yang rumahnya jauh sekali dari ibu kos. Sehingga ibu kos jarang sekali datang dan kalaupun datang terkadang hanya untuk minta uang kosan (he. . .he. . .  he, peace Bu!!!)

Tiada kusangka dan tiada kuduga saya terjebak dalam rumah kosan dimana penghuninya memiliki riwayat buruk perihal hubungan antara ibu dan anak kos. Buruk banget sih enggak, tapi yang namanya konflik-konflik kecil sering banget terjadi. Dan menurut catatan sejarah (weitzz. . .!!!) ketidakharmonisan itu sudah berlangsung lama, jauh sebelum saya hinggap di kosan tersebut. Ada saja yang menjadi penyebab ketidakharmonisan itu. Kalau menurut kacamata saya (kok. . . jadi nanya kacamata?) sebenarnya gesekan-gesekan tersebut tidak perlu terjadi jika kedua belah pihak bisa saling memahami kondisi, hak dan kewajiban masing-masing (sok bijak getuu deh . . . .!!!)

Uang kosan adalah hal yang seringkali menjadi masalah. Sebenarnya rumah kos  itu tidak termasuk dalam kategori mahal. Setidaknya cukup wajar pada kelas dan zamannya. Namun sikap ibu kosan yang senantiasa disiplin dalam menagih uang kosan tidak disenangi oleh anak-anak. Ibu Rina (bukan nama sebenarnya lho) jarang sekali memberi kelonggaran waktu dalam hal bayar membayar uang kosan. Ketika masa tinggal habis maka penghuni kosan wajib membayar kembali jika memang tidak berniat pindah.

Pada umumnya anak-anak sulit untuk membayar uang kosan tepat waktu karena seringkali banyak kebutuhan hadir dalam waktu bersamaan. Namun terkadang Si ibu tidak mau tahu dan pantang menyerah sebelum dibayar. Oleh karena itu anak-anak seringkali malas bila bertemu Si Ibu. Ketika langkah-langkah kaki si Ibu mulai terdengar maka berhamburanlah mereka masuk ke dalam kamar masing-masing (termasuk yang nulis). Ck . . . ck  . . . ck anak zaman sekarang.

Tersebutlah kisah seorang mba kosan yang sudah meraih sarjana alias sudah diwisuda. Bersamaan dengan itu masa tinggal beliau di kosanpun berakhir sudah. Namun karena beberapa hal Si Mba tidak bisa langsung pindah. Nah disinilah letak masalahnya. Si Ibu merasa bahwa Si Mba harus  membayar lagi kalau memang tetap ingin tinggal disana. Namun Si Mba berpandangan lain, toh dia cuma tinggal beberapa hari lagi, jadi setidaknya Si Ibu bisa memberikan toleransi. Wah. . . masalah semakin rumit karena ternyata Si Mba tidak hanya tinggal selama beberapa hari namun berminggu-minggu kemudian tetap belum jua pindah.

Selama itu Si Ibu tetap rajin menelepon dan datang untuk menagih uang kos. Namun apa mau dikata Si Mba selalu tidak berada di rumah dan kunci kamar selalu dibawa. Pada suatu hari, pagi-pagi sekali Si Ibu datang dengan langkah tegap berharap Si Mba belum kemana-mana. Maka terjadilah kepanikan yang luar biasa melanda seisi kosan. Loh. . .kok seisi kosan? Ya. . . karena selama ini anak kosan bersekongkol menyembunyikan Si Mba dari pandangan Si Ibu. Terakhir mereka mengatakan kalau Si Mba lagi di Lampung dan pulangnya masih lama.

Akhirnya tanpa persiapan yang matang Si Mba disembunyikan di dalam kamarnya sendiri. Dalam waktu yang singkat suasana kamar berubah seakan tanpa penghuni. Tirai jendela tertutup dengan rapi dan sepipun mulai tercipta. Bersamaan dengan itu seorang teman tanpa dikomando menyambut Si Ibu dengan ramah, menanyakan kabar dan sebagainya padahal sebenarnya untuk mengulur waktu agar kebohongan semakin sempurna. Heran juga kenapa bisa kompak begitu ya?

Singkat cerita Si Ibu langsung menuju kamar Si Mba, melihat kondisi dan situasi. Wah ternyata… benar suasana di luar kamar mengindikasikan bahwa tiada seorangpun bersemayam di dalam sana. “Kunci kamarnya juga dibawa ya?” Tiba-tiba Si Ibu bertanya ke arah kami. Dengan koor yang sangat manis semuanya menjawab “Iya, Buuuuu!” Tangan Si Ibu mulai memegang handle pintu dengan gerakan ingin membuka pintu tersebut. Tiba-tiba dari dalam kamar terdengar bunyi “klik. …. .klik”. Beberapa anak kosan tiba-tiba tercenung ditempatnya, siap-siap untuk menghadapi risiko yang tiada dikira-kira. Namun tiba-tiba Si Ibu berkata “ Ya. . .udah besok kalau Si Mba balik, bilang kuncinya jangan dibawa ya!’ Akhirnya Si Ibupun  pulang.

Tiada berapa lama kemudian setelah memastikan bahwa keadaan aman terdengarlah jeritan dan teriakan kecil penghuni kosan. Wah . . . ada apakah kira-kira? Ternyata Si Mba lupa mengunci pintu kamarnya dan pintu kamar tersebut baru dikunci hampir bersamaan dengan ketika Si Ibu akan membuka pintu. Beberapa teman dapat mendengar  pintu itu dikunci. Tapi  herannya kenapa Si Ibu tidak mendengar sama sekali ya? Apa karena ketika akan membuka pintu  Si Ibu  ngobrol dengan anak-anak, jadi beliau sama sekali tidak menyadari bunyinya.

Bayangkan sodara-sodara seandainya Si Mba benar-benar lupa mengunci pintunya atau Si Ibu bisa mendengar bunyi pintu dikunci dari dalam. Wah. . . bisa berabe urusannya jika kebohongan tersebut terbongkar. Entah apa yang akan terjadi. Sungguh tidak dapat dibayangkan.

Bagi saya peristiwa itu benar-benar merupakan teguran Allah sekaligus cara Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaannya. Why? Pertama, Kebohongan walaupun atas nama solidaritas tetap tidak dapat dibenarkan. Kedua, walaubagaimanapun uang kos adalah kewajiban anak kos dan hak ibu kos terlepas dari sikap Si ibu. Sampai disini jelaslah bahwa aksi yang kami lakukan telah jauh dari kebenaran. Kalau dipikir-pikir bagaimana mungkin Si Mba bisa lupa mengunci pintu kamarnya, lha wong tujuan utamanya adalah untuk sembunyi. Kemudian bagaimana bisa Si Ibu tidak mendengar bunyi pintu yang dikunci dari dalam, sementara teman lain yang berada di dekat pintu dapat mendengarnya dengan jelas.  Bagi saya peristiwa  itu menunjukkan bagaimana Allah menegur kesalahan tanpa menyebabkan kami menanggung malu. Coba . . . bayangkan jika kebohongan itu terbongkar, maka akan beredar berita diseluruh penjuru kampus bahwa sekelompok wanita berjilbab telah bersekongkol untuk membohongi ibu kosnya.Tragisssss….!!!

 

Si Ummi and me

 

Di daerah sekitar kampus saya  ada seorang wanita yang agak terganggu jiwanya. Beberapa kakak kelas  sering memanggilnya dengan sebutan ummi. Si Ummi  senang sekali memakai jilbab dan sering berada di masjid kampus. Sedikit banyak beliau berpengaruh juga terhadap kondusifnya lingkungan sekitar masjid. Mengapa? Karena Si Ummi kerap memarahi mahasiswa dan mahasiswi yang jalan berdua-duaan dengan teriakan “ woooi. . . . . bukan muhrim!” Walau yang lagi berduaan udah suami isteri (he…he…he) .Terkadang beliau juga bersikap sinis pada mahasiswi tidak berjilbab yang berada di sekitar kampus.

Sikap ummi yang paling tidak disenangi oleh mahasiswa adalah kebiasaannya untuk meminta uang, jilbab atau baju yang terkadang dengan sedikit memaksa. Kalau kita sudah berjanji untuk memberi sesuatu padanya maka janji itu akan terus diingat oleh Si Ummi sampai kita menepatinya.

Pada saat itu entah dapat angin dari mana, saya berjanji untuk memberikan Ummi sebuah jilbab. Pada waktu itu saya memiliki sebuah jibab cokelat yang jarang sekali dipakai. Jadi  tidak ada salahnya kalau jilbab tersebut di berikan pada Si Ummi. Namun setiap saya membawakan jilbab itu , Si Ummi selalu tidak ada di tempat biasanya hingga suatu hari saya bertenu dengannya ketika berjalan pulang menuju kosan. Dalam hitungan detik Si Ummi dengan serta merta mengamit erat lengan saya dan menagih jilbab yang sudah dijanjikan padanya. Jujur, pada waktu itu saya takut sekali karena Si Ummi sering tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas. Lagipula pada waktu itu saya tidak membawa jilbab yang sudah dijanjikan padanya.

Dengan perasaan was-was akhirnya Si Ummi saya bawa ke kosan untuk mengambil jilbab. Di sepanjang perjalanan Si Ummi terus mengamit lengan saya dengan erat. Dan . . . bayangkan di sepanjang perjalanan orang-orang terus menatap saya yang digandeng ummi dengan mesra (duh. . .takutnya)

Sesampainya di kosan, saya langsung mengambil dan memberikan jilbab itu pada Ummi. Dan ternyata……Si Ummi nggak suka dengan jilbabnya. Si Ummi tiba-tiba marah dan pengen jilbabnya diganti duit aja (loh?!!). Dia minta uang lima ribu sebagai ganti. Pada awalnya saya menolak, tapi Si Ummi mengancam akan melempar sepatu dan sandal anak-anak kosan yang sedang bertengger manis di depan pintu masuk. Ya . . . udah akhirnya saya mengalah dan pasrah. Ketika  mengambil uang , tanpa sengaja uang dua puluh ribuanlah yang saya keluarkan dan apesnya Si Ummi melihat itu semuanya. Akhirnya dia malah minta uang duapuluh ribuan itu (ternyata Si Ummi juga mgerti kalau uang dua puluh ribuan itu lebih gede dari lima ribuan). Akhirnya dengan hati nelangsa saya lepas juga uang dua puluh ribuan itu karena selain mengancam mengobrak-abrik sepatu dan sandal, Si Ummi juga sudah mulai teriak-teriak di depan kosan. Kan syereeemm!!!

Ketika memasuki rumah kosan, akhirnya saya baru menyadari bahwa  ada beberapa pasang mata yang menatap adegan demi adegan yang saya lakoni bersama Si Ummi lewat jendela. Siapa tuuuuu? Siapa lagi kalau bukan teman-teman kosan tercinta. Waaaa….tega banget sih, dari tadi Cuma ngeliatin doank bukannya nolongin!!! Tapi kata-kata itu hanya bergema di relung-relung hati saja. Saya tetap jaim seakan-akan itu adalah peristiwa biasa dan kesannya “nggak masalah gitu loh”.

 

Pindah lagi

 

Tepat pada tanggal 11 Juni 2007 kembali saya harus pindah kos-kosan dan sekali lagi ini bukan karena saya nggak betah di kosan yang lama. Pada umumnya teman-teman di kosan sudah tidak tahan berhubungan dengan ibu kosan sehingga banyak yang pengen pindah hingga akhirnya semua penghuni jadi mau pindah. Dan…saya? So pasti juga harus pindah dong. Karena nggak mungkin bertahan sendirian disana.

Akhirnya kosan itupun menjadi kosong karena ditinggal oleh penghuninya. Tidak lama kemudian ternyata kosan itu dihuni oleh para pria. Hikz…hikz…hikz sedih juga kalau mengingat segala yang sudah dilalui bersama disana. Terkadang kalau lagi kangen saya iseng missed call  nomor telepon kosan lama itu (kangen atau kurang kerjaan sih neng !!!).

Seandainya bisa memilih maka saya ingin tetap di satu rumah kosan saja, tanpa berpindah-pindah. Menjadi gadis nomaden ternyata cukup melelahkan. Lelah tenaga, lelah ongkos dan lelah pikiran. Tapi akhirnya saya menyadari bahwa inilah cara Allah mendidik saya, menghadapkan saya pada berbagai problema melalui berbagai karakter orang. Betapa banyak pengalaman yang saya  alami dan begitu besar hikmah yang sudah saya peroleh selama ini. Setelah melalui sebuah perenungkan, saya memahami bahwa ternyata inilah sebuah proses  indah yang tidak akan saya alami lagi di masa depan fase-fase kehidupan saya. Betapa Allah sangat mencintai hambanya, Betapa Allah  paling mengetahui yang terbaik untuk hambanya.

 

 

 

 

 

 

 


Blog EntryGadis Kecil Itu Masih Di sanaMar 13, '09 10:23 PM
for everyone

Gadis kecil itu masih di sana

Dengan mata sendu menatap orang lalu

Hatinya menangis perih

Mendekap luka yang semakin pedih

 

Langkahnya lunglai

Menyibak pasar yang ramai

Menelusuri sampah-sampah kepedihan

Menantang sejuta penderitaan

 

Gadis kecil itu masih di sana

Menenangkan batin yang mengulur tanya

Kenapa terjadi .....?

Tapi....

Tiada satu yang peduli

Hanya senyum yang meliriknya

Menabukan garam di lukanya

 

Gadis kecil itu masih di sana

 

 

 


Blog EntryKenapa Harus Membuat Blog?Mar 13, '09 10:21 PM
for everyone

Sejujurnya, awalnya saya tidak pernah memiliki niat untuk membuat sebuah blog. Karena menurut saya, itu hanya akan membuang-buang waktu dan tidak terlalu bermanfaat. Selama ini semua pengalaman dan hal yang terjadi cukup tertulis di buku harian. Saya menulis semua masalah, peristiwa sedih, lucu dan mimpi-mimpi dalam buku harian tersebut. Kegiatan menulis pengalaman dan aktivitas di buku harian sangat penting bagi saya. Seringkali tulisan di buku harian saya baca kembali untuk merefresh kembali semangat dan mengingatkan kembali apa mimpi dan cita-cita.

            Keinginan membuat sebuah blog baru muncul setelah seorang teman mengatakan “kamu ingin berguna bagi orang lainkan? maka salah satu cara agar berguna untuk orang lain adalah dengan membuat blog.”

            Pada waktu itu saya bertanya “maksudnya?”

            “ Melalui blog, kamu bisa mengungkapkan pikiran-pikiran dan mendiskusikannya dengan orang lain. Melalui tulisan yang kamu buat, kamu bisa menginspirasi orang lain agar bisa jadi lebih baik, mungkin dari pengalaman-pengalaman yang diikuti dengan hikmah yang dapat kamu diambil. Mulailah dari hal-hal yang kecil seperti itu. Jangan menyimpannya untuk diri sendiri. Bagilah dengan orang lain. Bukankah muslim yang baik adalah yang berguna bagi sesamanya. ”

            Dari situ saya mulai berpikir, benar juga. Mungkin ini bisa menjadi salah satu ladang amalan bagi saya. That’s good idea. Selama ini saya hanya memiliki blog dalam situs friendster yang fasilitasnya terbatas. Namun ada beberapa teman yang mengaku terinspirasi dan termotivasi dengan tulisan saya. Oke…whynot? Saya akan mulai untuk membuat blog.

            Namun ternyata keinginan untuk membuat blog tersebut tidak langsung kesampaian karena berbagai kesibukan. Banyak hal yang harus dilakukan hingga ide ini akhirnya hilang sementara dalam otak.  hingga sampailah pada suatu saat ketika saya lolos dalam program IELSP. IELSP merupakan program beasiswa intensif bahasa inggris selama dua bulan. Mahasiswa yang lolos dalam program ini akan diberangkatkan ke USA untuk belajar bahasa Inggris secara intensif dan mengikuti program kultural. Banyak teman yang menyarankan agar membuat blog untuk mengetahui kegiatan saya disana. Alasan yang penting lainnya adalah melalui blog tersebut Insya Allah saudara-saudaraku seperjuangan, teman-teman setidaknya bisa memberikan kontrol walaupun tidak secara langsung. Pada intinnya melalui blog ini saya bisa sedikit memberikan manfaat bagi orang lain serta juga menjadi sarana untuk terus memperbaiki diri. Amin…Ya Rabb

 

Cukuplah Allah Sebagai Motivasi, Visi dan Orientasi Ke Depan

Smangat….smangat!!!!!

 


Blog EntrySemoga BermanfaatMar 12, '09 12:05 AM
for everyone

© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help